November 25, 2020
Profil Toni Kroos Pengatur Serangan Jerman di Euro 2020

Profil Toni Kroos Pengatur Serangan Jerman di Euro 2020

Profil Toni Kroos Pengatur Serangan Jerman di Euro 2020– Jerman memastikan lolos sebagai juara grup C pada ajang kualifikasi Piala Eropa 2020. Dimana Jerman mampu mengungguli kontestan lainnya di grup C antara lain, Belanda, Belarusia, Estonia dan Irlandia Utara.

Berstatus sebagai juara grup C tentu sebuah pencapaian yang luar biasa bagi timnas Jerman, akan tetapi semua masih permulaan. Mereka akan menatap ajang Piala Eropa 2020 dengan tergabung di grup F, yang mana diisi oleh Portugal, Prancis dan masih menunggu Romania, Hungaria, Bulgaria atau Islandia.

Perjalanan Timnas Jerman Sepanjang Kualifikasi Piala Eropa

Timnas Jerman menjadi salah satu kontestan terbaik dalam urusan mencetak gol selama babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Dimana mereka benar-benar tampil ganas di depan gawang lawan-lawannya.

Mereka mampu menceploskan total tiga puluh gol dari delapan pertandingan yang mereka mainkan selama babak kualifikasi. Tentu hal tersebut menunjukkan kualitas mereka di lini depan yang begitu menakutkan.

Jerman menjadi juara di grup C berkat torehan dua puluh satu poin yang mereka dapatkan. Hasil ini didapatkan dari total tujuh kemenangan serta mengalami satu kali kekalahan kala bersua dengan Belanda.

Bergabung di grup F tentunya akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Jerman. Dimana mereka akan bertemu dengan juara bertahan, Portugal dan finalis Piala Eropa 2016, Prancis. Bukanlah hal mudah untuk mengalahkan kedua tim tersebut, mengingat mereka memiliki pemain muda yang potensial.

Selama babak kualifikasi, Serge Gnabry mampu menjadi top skor bagi Jerman. Dirinya mampu melesatkan total delapan gol dari seluruh pertandingan yang diikutinya.

Akan tetapi, keberhasilan Jerman untuk lolos ke fase Grup Piala Eropa 2020 tidak lepas dari performa gemilang Toni Kroos di lini tengah. Sang pemain memang tidak sering mencetak gol selama babak kualifikasi.

Namun, peran sang pemain sebagai pengatur serangan membuat banyak orang kagum. Toni Kroos diandalkan oleh sang manajer, Joachim Low sebagai pembangun serangan timnas Jerman. Dirinya lah yang memulai untuk membangun serangan.

Peran Toni Kroos Sepanjang Babak Kualifikasi

Menjadi pengatur serangan tentunya bukanlah tugas yang mudah. Akan tetapi, bagi Toni Kroos hal tersebut sudah biasa dilakukannya selama menjadi pesepakbola. Sejak bermain di Bayern Munchen, dirinya sering diandalkan untuk berkreativitas di lini tengah.

Visi permainannya yang luar biasa serta memiliki keunggulan di kaki kanannya membuat Toni Kroos menjadi salah satu gelandang terbaik dunia saat ini. Memang dirinya sering disebut sebagai pemain underrated, nampak seperti tidak berperan namun selalu memiliki peran penting bagi klub yang dibelanya.

Selama kualifikasi Piala Eropa 2020, Toni Kroos mampu melesatkan tiga gol serta dua assist dari total lima pertandingan yang diikutinya. Dirinya sering ditempatkan di posisi central midfielder oleh Joachim Low, walaupun terkadang di posisi defensive midfielder.

Sepanjang pertandingan yang diikuti oleh Toni Kroos, Jerman hanya mengalami satu kekalahan ketika menghadapi Belanda. Di pertandingan tersebut, Toni Kroos yang ditempatkan sebagai gelandang bertahan mampu menceploskan satu gol.

Profil Toni ‘sniper’ Kroos

Tiga puluh tahun yang lalu lahir sesosok pesepakbola yang dikenal sebagai sniper saat ini. Ialah Toni Kroos sang gelandang andalan Real Madrid yang lahir dari pasangan Roland Kroos dan Birgit Kammer. Dirinya dilahirkan pada tanggal 4 Januari 1990.

Toni Kroos kecil dilahirkan di kota Griefswald yang merupakan kota otonomi di Mecklenburg-Vorpommenn, Jerman. Toni Kroos memiliki seorang adik laki-laki yang juga menjadi pesepakbola, ialah Felix Kroos.

Bersama adik laki-lakinya, Toni Kroos sejak kecil tidak merasakan hidup kesulitan. Ia beserta adiknya memiliki semua yang mereka butuhkan sedari kecil. Saat masih muda, sebenarnya Toni Kroos bukanlah murid yang menonjol di kelasnya.

Si ‘sniper’ lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain sepakbola. Dan bahkan Toni Kroos kecil sering berpartisipasi dalam turnamen sepakbola yang diikuti oleh sekolahnya. Dirinya sejak kecil dikenal sebagai anak yang baik.

Dirinya sempat kesulitan karena tidak mampu menjalankan studinya beserta impiannya menjadi pesepakbola. Pada akhirnya, Kroos berusaha untuk fokus pada pendidikannya dan berkonsentrasi pada mimpinya sebagai pesepakbola.

Sejak kecil, Toni dan Felix dilatih oleh sang ayah yang kebetulan adalah seorang pelatih sepakbola. Sang ayah mengajari kedua anaknya untuk menjadi pesepakbola professional di masa yang akan datang.

Sang ayah mengatakan bahwa yang terpenting dari sepakbola adalah kerja keras. Dimana sang ayah juga mengatakan bahwa menjadi pesepakbola tidak bisa hanya mengandalkan bakat. Untuk itu, kerja keras menjadi kunci bagi setiap pesepakbola sukses.

Dan semua terbayar lunas ketika Toni Kroos bergabung dengan Bayern Munchen di tahun 2006. Dirinya dinilai telah sukses mencapai impiannya untuk menjadi pesepakbola. Berkat bakat yang luar biasa membuat the bavarians tertarik untuk mendatangkannya.

Perjalanan Karir Toni Kroos

Menjadi pesepakbola tentu bukanlah hal yang mudah, hal ini mungkin yang patut disampaikan oleh Toni Kroos. Sang ayah yang memaksanya untuk terus bekerja keras demi menjadi pesepakbola professional pada akhirnya membuahkan hasil.

Toni Kroos mengawali karirnya sebagai pesepakbola dengan bergabung di akademi Griefswald. Bakat yang dimilikinya membuat dirinya diminati oleh Hansa Rostock. Dan pada akhirnya Kroos bergabung pada 1 Juli 2002.

Menimba ilmu selama kurang lebih empat tahun, Kroos akhirnya diminati oleh Bayern Munchen. Pemandu bakat Bayern Munchen melihat Toni Kroos sebagai seorang gelandang yang visioner di masa yang akan datang.

Pada akhirnya, di tanggal 1 Juli 2006 Toni Kroos resmi bergabung dengan Bayern Munchen U19. Dirinya memulai karir sebagai pesepakbola professional kala berseragam Bayern Munchen. Kerja kerasnya selama ini pada akhirnya membuahkan hasil.

Dirinya sempat dipinjamkan ke Bayer Leverkusen pada musim 2008/2009 karena belum mendapatkan tempat utama. Kroos pada akhirnya mampu menjadi pemain andalan Bayern Munchen di musim berikutnya.

Bersama Bayern Munchen Kroos sudah mencatatkan 205 penampilan dan menorehkan dua puluh empat gol serta empat puluh sembilan assist. Performa impresifnya diatas lapangan membuat dirinya dipercaya untuk mengisi lini tengah Bayern Munchen saat itu.

Dan pada 17 Juli 2014 ia resmi membela Real Madrid hingga saat ini. Bersama dengan Madrid, Kroos sudah mencatatkan 264 penampilan serta menorehkan delapan belas gol dan enam puluh tujuh assist.

Dibawah asuhan Zinedine Zidane, Kroos menjadi andalan di lini tengah Bayern Munchen. Dan di ajang Piala Eropa 2020, tentu ia pun akan diandalkan oleh Joachim Low sebagai jendral lini tengah der panzer.

Harapan Pendukung Der Panzer Pada Si Sniper

Toni Kroos dinilai memiliki segalanya yang dibutuhkan oleh timnas Jerman di lini tengah. Mulai dari pengalaman, mental juara serta visi permainannya yang tidak terkalahkan di lini tengah Jerman. Dirinya selalu menjadi andalan dan tidak tergantikan.

Trough pass serta sepakan keras menjadi andalan Toni Kroos selama menjadi pesepakbola. Dirinya sering menjadi penentu dengan tembakan keras menyusur tanah ketika Jerman sedang kesulitan mencetak gol.

Tentu para pendukung der panzer berharap Toni Kroos mampu tampil apik layaknya bersama dengan Real Madrid. Toni Kroos tentu akan memberikan seluruh kemampuannya demi timnas yang dicintainya.

Bergabung di Grup F memang bukanlah hal mudah, akan tetapi Toni Kroos dkk tetap diunggulkan untuk lolos dari grup neraka tersebut. Walaupun sang manajer, Joachim Low mengatakan Jerman hanyalah tim underdog di Piala Eropa 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *